Apakah karena ingat
kekasih yang berada di dzilam,kau cucurkan air mata bercampur darah?
ataukah karena angin yang bertiup
dari arah kadhimah ataukah karena mengingat cahaya kilat dalam gelap malam
lembah idlom.
Kalau tidak mengapa kedua matamu tetap
mengalir yang mestinya kau mampu menahannya dan kenapa hatimu tetap gundah
padahalkau mampu menentramkannya.
Adakah orang yang sedang kasmaran
menyangka bisa merahasiakan rasa cinta ?? Sedang air matanya masih bercucuran
dan hati yang masih terbakar api cinta.
Kalau tiada rasa cinta, tentulah kau
tak akan mencucurkan air mata saat teringat puing – puing rumah kekasih dan
tidak akan terjaga sepanjang malam saat teringat pepohonan dan gunung – gunung
di tempat kekasih.
Kenapa kau masih ingkar
akan cintamu, padahal kesusuran air mata, sakit – sakitan adalah menjadi saksi
atas cintamu. Rasa susah menetapkan dua garis yang terletak dikedua pipimu yang
kuning pucat karena sakit dan mata merahmu yang selalu menangus mencucurkan air
mata ( itu adalah bukti cintamu ).