Apakah karena ingat
kekasih yang berada di dzilam,kau cucurkan air mata bercampur darah?
ataukah karena angin yang bertiup
dari arah kadhimah ataukah karena mengingat cahaya kilat dalam gelap malam
lembah idlom.
Kalau tidak mengapa kedua matamu tetap
mengalir yang mestinya kau mampu menahannya dan kenapa hatimu tetap gundah
padahalkau mampu menentramkannya.
Adakah orang yang sedang kasmaran
menyangka bisa merahasiakan rasa cinta ?? Sedang air matanya masih bercucuran
dan hati yang masih terbakar api cinta.
Kalau tiada rasa cinta, tentulah kau
tak akan mencucurkan air mata saat teringat puing – puing rumah kekasih dan
tidak akan terjaga sepanjang malam saat teringat pepohonan dan gunung – gunung
di tempat kekasih.
Kenapa kau masih ingkar
akan cintamu, padahal kesusuran air mata, sakit – sakitan adalah menjadi saksi
atas cintamu. Rasa susah menetapkan dua garis yang terletak dikedua pipimu yang
kuning pucat karena sakit dan mata merahmu yang selalu menangus mencucurkan air
mata ( itu adalah bukti cintamu ).
Setiap
orang pasti pernah merasakan cinta. Cinta itu ibarat api manfaatkanlah ia untuk
mencapai tujuan anda namun… apabila anda tidak mampu menguasainya maka ia akan
membakar dan menghancurkan segala yang kau punya.
Cinta
pada kekasih beraroma birahi
Cinta
pada orang tua murni
Cinta
pada Alloh murni.
Tinggal kita aja sob…. Gimana kita menguasai diri, karena
sungguh banyak cobaan yang akan menerpa kita, jangan sampai kita terjurumus
kedalam jebakan syaithon. Hanya karena wanita yang kita cintai terakhir dari gue
sob…..
Cintailah seseorang sedang – sedang
saja,barangkali suatu hari ia akan beruba menjadi orang yang kau benci demikian
juga sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar