Selasa, 14 Oktober 2014

Menguasai Diri



Apakah karena ingat kekasih yang berada di dzilam,kau cucurkan air mata bercampur darah?
ataukah karena angin yang bertiup dari arah kadhimah ataukah karena mengingat cahaya kilat dalam gelap malam lembah idlom.
              Kalau tidak mengapa kedua matamu tetap mengalir yang mestinya kau mampu menahannya dan kenapa hatimu tetap gundah padahalkau mampu menentramkannya.
            Adakah orang yang sedang kasmaran menyangka bisa merahasiakan rasa cinta ?? Sedang air matanya masih bercucuran dan hati yang masih terbakar api cinta.
           Kalau tiada rasa cinta, tentulah kau tak akan mencucurkan air mata saat teringat puing – puing rumah kekasih dan tidak akan terjaga sepanjang malam saat teringat pepohonan dan gunung – gunung di tempat kekasih.
            Kenapa kau masih ingkar akan cintamu, padahal kesusuran air mata, sakit – sakitan adalah menjadi saksi atas cintamu. Rasa susah menetapkan dua garis yang terletak dikedua pipimu yang kuning pucat karena sakit dan mata merahmu yang selalu menangus mencucurkan air mata ( itu adalah bukti cintamu ).


            Setiap orang pasti pernah merasakan cinta. Cinta itu ibarat api manfaatkanlah ia untuk mencapai tujuan anda namun… apabila anda tidak mampu menguasainya maka ia akan membakar dan menghancurkan segala yang kau punya.

Cinta pada kekasih beraroma birahi
Cinta pada orang tua murni
Cinta pada Alloh murni.

                Tinggal kita aja sob…. Gimana kita menguasai diri, karena sungguh banyak cobaan yang akan menerpa kita, jangan sampai kita terjurumus kedalam jebakan syaithon. Hanya karena wanita yang kita cintai terakhir dari gue sob…..

Cintailah seseorang sedang – sedang saja,barangkali suatu hari ia akan beruba menjadi orang yang kau benci demikian juga sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar